
Pertempuran Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Muhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi. Penyebab pertempuran ini masih diperdebatkan oleh para sejarawan. Norman Stillman dan Laura Veccia Vaglieri menganggap bahwa tujuan pertempuran ini adalah untuk meningkatkan popularitas Muhammad,[1][2] sedangkan William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam.[1] Setelah pertempuran ini orang-orang Yahudi masih tinggal di Khaibar, hingga akhirnya diusir oleh khalifah Umar bin Khattab. Pembebanan pajak terhadap orang-orang Yahudi menandai dimulainya penerapan jizyah terhadap para dzimmi di bawah pemerintahan Islam, dan penahanan tanah mereka menjadi milik komunitas Islam.[1][3][4]
Karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata "Khaibar" sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam.
Catatan kaki
1. ^ a b c Veccia Vaglieri, L. "Khaybar", Encyclopaedia of Islam
2. ^ Stillman, Norman. The Jews of Arab Lands: A History and Source Book. Philadelphia: Jewish Publication Society of America, 1979. ISBN 0-8276-0198-0 hal. 18
3. ^ Stillman 18–19
4. ^ Lewis, Bernard. The Jews of Islam. Princeton: Princeton University Press, 1984. ISBN 0-691-00807-8 hal. 10
Karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata "Khaibar" sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam.
Catatan kaki
1. ^ a b c Veccia Vaglieri, L. "Khaybar", Encyclopaedia of Islam
2. ^ Stillman, Norman. The Jews of Arab Lands: A History and Source Book. Philadelphia: Jewish Publication Society of America, 1979. ISBN 0-8276-0198-0 hal. 18
3. ^ Stillman 18–19
4. ^ Lewis, Bernard. The Jews of Islam. Princeton: Princeton University Press, 1984. ISBN 0-691-00807-8 hal. 10
No comments:
Post a Comment